Sabtu, 13 Agustus 2011

Tentang Taurus

waaaaw........ ternyata indah banget. u know, this just give me some other powers that have been hiden for this time. oke, check this out.... ;)

from whoguides.com says that taurus is:
The Mesopotamians were the first to call the bull constellation as Gud Anna. It meant “Bull of Heaven.” Ancient bull images are also found in Spain and France. These images were made of bone, stone, and clay.

On the other hand, Babylonian astronomers believed Taurus was one of the oldest constellations in the sky. In the early Bronze and Chalcolithic Age, Taurus signaled the point of vernal equinox. During the vernal equinox of the 23rd century BC,  the Pleiades came closest to the sun. Taurus became very visible in the sky.  The Babylonians took that as proof of their belief.  They took down Taurus in the MUL.APIN as the “Heavenly Bull.” Its Akkadian name was Shur. Taurus was linked with Zeus in Greek mythology. When the Greek god kidnapped the Phoenician princess Europa, he took the form of a bull.

In the East, the Chinese call Taurus as the White Tiger of the West. It is considered one of the four greatest constellations in Chinese astrology. Taurus’s other name is the Great Bridge. Taurus stood for Osiris, father of Horus to the Egyptians. Osiris is the Egyptian god of the dead and the afterlife. Taurus’s horn was a symbol of fertility and riches in both the east and west for thousands of years.

How Taurus is formed
Taurus is easily visible in the northern hemisphere sky. It is between Aries and Gemini. To its north is Perseus and Auriga, to its south Eridanus and Orion, to its southwest Cetus. Hyades is the V-shaped cluster of stars in Taurus’s head. The bull’s red eye is Alderaban. Pleiades is somewhere in Taurus’s shoulder. Leftovers of supernova AD 1054 and Crab nebula are also found inside Taurus.  Most times only the tips of the horns are seen up front. The horns are formed by Beta and Zeta.   Taurus also contains a spherical cluster of about 400 stars called Hyades.  They are found behind Alderaban. It is widely believed three of Taurus’s stars are exoplanets.

The Stars of Taurus
Moreover, Taurus has a number of binary stars. These stars include Struve binaries. The Hyades stars inside Taurus move in the same direction and at almost the same speed. It is believed they all began from one point. The formation dates back between 600-800 million years ago. The stars making up Praesepe may be also related to Taurus.

Taurus has many other less known stars within its sphere. Elnath or Beta Tauri, and Alpha Tauri  are close by. Taurus’s highest point occurs in January. Like most constellations, Taurus has open clusters and  globular clusters.

next!
from josephinewall.co.uk says that taurus is:
the sign of the bull, is the one that others count on to come through in the clutch. Driven by determination and power, Taureans tend to be successful because of the perseverance that motivates them. Everyone seems to know that a Taurus has a temper, but rarely do they get to see it. Taureans are patient, gentle and possess an enormous amount of common sense. Those born under this sign usually get all that they pursue in life. Being a fixed sign, Taureans do not adapt well to change; they simply cannot be rushed into anything new. Ruled by Venus, Taureans are romantics whose sensibility keeps their feet on the ground even while they dream among the stars.


hehe.... jadi terharu nih yang punya bintang Taurus. sedikit berbangga gapapa lah yaa.... ^^
after knowing your good sides, Guys... let's make a new spirit!! say all good things here then remember that U ARE WHAT YOU THINK.... Spirit for u all, Taureans ^^9

Kamis, 11 Agustus 2011

Alhamdulillaah....

SYUKUR
AUGUST 2011, 10TH
Inginku.....
Berjalan santai tanpa hambatan
Terbang ringan
Bersama burung-burung
Tinggi mencapai awan

Mauku....
Hidup dengan tentram
Mencintai dan dicintai
Bersama orang-orang tersayang

Tiap hari bersanda gurau
Bercengkerama di alam bebas
Menyayangi hewan-hewan
Mengagumi bintang-bintang

Memanjat pohon, mengintai mentari
Mendaki gunung, menantang langit

Berenang, memeluk birunya laut
Menyapa terumbu karang, rumah ikan-ikan

Sayang.....
Betapa hidup ini terlalu indah
Bila dilewati dengan penuh keluhan

Buka mata dan lihatlah sekitar
Maka bibirmu spontan ‘kan bungkam
Kar’na ribuan syukur yang terucap
Masih saja terasa kurang

Kini dada serasa terbusungkan
Ingin menumpahkan segala isi, hasil pengindraan
Seketika diri ini pun mengerdil pula
Bagai kurcaci tersesat, mohon petunjuk dari Sang Pencipta

Hanya Sebuah Cerita

## SOMEONE ##
‎02 ‎Agustus ‎2011, ‏‎23:08:02


Saat ini, di tempat ku merenung. Di sebuah ruang tamu mini berukuran 3x4m2, bersama adik-adikku. Entah mengapa aku hanya absen, sedang pikiranku melayang ke sebuah introspeksi diri. Hal yang kurasa harus dan tak bisa tidak aku lakukan.
Aku hampir kehilangan diriku sendiri akhir-akhir ini. Sepanjang yang kulakukan hanyalah menghadapi apa yang ada di depan, tanpa antusias sedikit pun. Dengan sisa semangat, menjalani hari-hari yang ternyata setelah kupikir, monoton.  Hanya capek dan hasil seadanya. Tak seperti di semester awal. Ketika cinta itu masih terlarang, ketika hidupku terkurung di sebuah gedung, yang secara tak sengaja mengakrabkan diriku dengan sahabat-sahabat yang luar biasa. Aku rindu kalian..... aku sungguh rindu semangat itu, aku rindu kekritisan itu, kecepatan berpikir, kekompakan, ketenangan, keyakinan, dan pasti semangat beribadah. Sungguh pengalaman yang tak tergantikan.
Semester selanjutnya, cinta itu menghilang sesuai keinginanku dan dengan sadar aku telah menyakiti hatinya, for the 2nd time. Prestasiku juga menurun, tapi aku tak yakin apa penyebab pastinya. Yang jelas, mata kuliah ku sendiri memang tergolong berat. Semester ini juga pertama kalinya praktik klinik. Hebat, bisa melayani orang di rumah sakit. Tapi aku belum puas. Hanya sedikit sekali perasat yang diijinikan untuk kulakukan. Bahkan setelah aku dengan suka rela, cari tambahan sendiri di bangsal “Y”, yang notabene dihuni pasien kelas III. But, alhamdulillah diberi kelancaran saat bimbingan laporan.
Then, the next semester is my leadership. Yap. Aku jadi komting. Entah kenapa....humpfh.... aku udah coba sebisaku tapi yang aku tau, seorang yang kuanggap selama ini adalah sahabat, entah ada di mana waktu itu. Atau aku yang menjauh? Di akhir kepemimpinan, aku mulai cuek. Aku mendapati kejenuhan di berbagai situasi dalam kelasku sendiri. Aku kehilangan semangat. Ditambah lagi setelah mengetahui praktik klinik 2, meski lokasinya adalah lokasi favoritku. Aku mungkin sempat di cap pemalas. Ya, karena aku hilang semangat. Di sini, aku temukan cinta baru. Cinta yang aneh.
Setelah praktik klinik, alhamdulillah laporan lancar, prestasi juga membaik. Dan semester ini, kudapati diriku semakin cuek dengan kelasku. Aku sempat membuat rencana-rencana kecil ke depan tapi sampai detik ini, belum ada 25% yang sudah terwujud. Diri ini terjebak di episode cinta. Aku terlena oleh someone.
Perkenalan kami di akhir semester I, via radio. Unik memang. Tanpa kusadari membuatku buta. Walaupun aku yakin, cinta ini tak biasa. Someone ini hadir di waktu yang sungguh tepat, ketika aku kehilangan dan butuh semangat. Tapi efek jangka panjangnya, aku tak menyangka hingga seperti ini. Mungkin waktu yang dapat menjawab. Aku sudah putuskan, about this relationship, aku akan jalani hingga penghabisan.
Dan di sini, diri ini sedang mencari-cari semangat. Aku kehabisan cara memanggilnya. Bukan lagi tentang akademik atau praktik. Aku sudah tak takut tentang itu, meski aku tau perjalananku akan semakin sulit atau menantang lebih tepatnya. Yang lebih kutakutkan, aku semakin malas berkomunikasi, cuek! Aku takut, sungguh takut hal ini akan menghambat masa depan ku. Aku ingin berkembang sendiri, tapi sampai detik ini mengapa belum aku lakukan? Apa yang ku tunggu hingga menundanya sejauh ini?
Akhir-akhir ini, kusadari, semangat terbesarku untuk disiplin adalah ibu. Dan lagi-lagi aku belum temukan semangat untuk membangunkan raksasa yang ada di diriku tentang sosial ini. Harus bagaimana aku?