## SOMEONE ##
02 Agustus 2011, 23:08:02
Saat ini, di tempat ku merenung. Di sebuah ruang tamu mini berukuran 3x4m2, bersama adik-adikku. Entah mengapa aku hanya absen, sedang pikiranku melayang ke sebuah introspeksi diri. Hal yang kurasa harus dan tak bisa tidak aku lakukan.
Aku hampir kehilangan diriku sendiri akhir-akhir ini. Sepanjang yang kulakukan hanyalah menghadapi apa yang ada di depan, tanpa antusias sedikit pun. Dengan sisa semangat, menjalani hari-hari yang ternyata setelah kupikir, monoton. Hanya capek dan hasil seadanya. Tak seperti di semester awal. Ketika cinta itu masih terlarang, ketika hidupku terkurung di sebuah gedung, yang secara tak sengaja mengakrabkan diriku dengan sahabat-sahabat yang luar biasa. Aku rindu kalian..... aku sungguh rindu semangat itu, aku rindu kekritisan itu, kecepatan berpikir, kekompakan, ketenangan, keyakinan, dan pasti semangat beribadah. Sungguh pengalaman yang tak tergantikan.Semester selanjutnya, cinta itu menghilang sesuai keinginanku dan dengan sadar aku telah menyakiti hatinya, for the 2nd time. Prestasiku juga menurun, tapi aku tak yakin apa penyebab pastinya. Yang jelas, mata kuliah ku sendiri memang tergolong berat. Semester ini juga pertama kalinya praktik klinik. Hebat, bisa melayani orang di rumah sakit. Tapi aku belum puas. Hanya sedikit sekali perasat yang diijinikan untuk kulakukan. Bahkan setelah aku dengan suka rela, cari tambahan sendiri di bangsal “Y”, yang notabene dihuni pasien kelas III. But, alhamdulillah diberi kelancaran saat bimbingan laporan.
Then, the next semester is my leadership. Yap. Aku jadi komting. Entah kenapa....humpfh.... aku udah coba sebisaku tapi yang aku tau, seorang yang kuanggap selama ini adalah sahabat, entah ada di mana waktu itu. Atau aku yang menjauh? Di akhir kepemimpinan, aku mulai cuek. Aku mendapati kejenuhan di berbagai situasi dalam kelasku sendiri. Aku kehilangan semangat. Ditambah lagi setelah mengetahui praktik klinik 2, meski lokasinya adalah lokasi favoritku. Aku mungkin sempat di cap pemalas. Ya, karena aku hilang semangat. Di sini, aku temukan cinta baru. Cinta yang aneh.
Setelah praktik klinik, alhamdulillah laporan lancar, prestasi juga membaik. Dan semester ini, kudapati diriku semakin cuek dengan kelasku. Aku sempat membuat rencana-rencana kecil ke depan tapi sampai detik ini, belum ada 25% yang sudah terwujud. Diri ini terjebak di episode cinta. Aku terlena oleh someone.
Perkenalan kami di akhir semester I, via radio. Unik memang. Tanpa kusadari membuatku buta. Walaupun aku yakin, cinta ini tak biasa. Someone ini hadir di waktu yang sungguh tepat, ketika aku kehilangan dan butuh semangat. Tapi efek jangka panjangnya, aku tak menyangka hingga seperti ini. Mungkin waktu yang dapat menjawab. Aku sudah putuskan, about this relationship, aku akan jalani hingga penghabisan.
Dan di sini, diri ini sedang mencari-cari semangat. Aku kehabisan cara memanggilnya. Bukan lagi tentang akademik atau praktik. Aku sudah tak takut tentang itu, meski aku tau perjalananku akan semakin sulit atau menantang lebih tepatnya. Yang lebih kutakutkan, aku semakin malas berkomunikasi, cuek! Aku takut, sungguh takut hal ini akan menghambat masa depan ku. Aku ingin berkembang sendiri, tapi sampai detik ini mengapa belum aku lakukan? Apa yang ku tunggu hingga menundanya sejauh ini?
Akhir-akhir ini, kusadari, semangat terbesarku untuk disiplin adalah ibu. Dan lagi-lagi aku belum temukan semangat untuk membangunkan raksasa yang ada di diriku tentang sosial ini. Harus bagaimana aku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar