Rabu, 04 Juli 2012

Refleksi Diri

TANYA KENAPA?!

Banyak sekali hal – hal di dalam proses pembelajaran kita yang kita, bahkan aku sangat membencinya. Namun, pernahkan kau sadari, Kawan? Apa maksud di balik semua ini?

Seperti contoh kecil yang pernah ibu guru berikan pada kita tentang bagaimana rasa toleransi makhluk – makhluk yang pernah singgah di asrama akan lebih besar dari yang belum pernah singgah. Masih banyak hal lain nya bukan? Menunggu hingga ber jam – jam, jadwal yang tiada pernah ada kepastian, prestasi yang tiada setimpal balasannya, terutama masalah iuran yang sering bikin kita jerit – jerit…dan masih banyak lagi yang kita dapat, di lahan, klinik, kelas…di mana aja.

Hal – hal yang sedemikian itu, sangat mudah memancing emosi, menggoyahkan pendirian, membelokkan jalan. Hal – hal yang sedemikian itu, Teman….mengapa harus kita lewati. Mau atau tidak mau, bisa atau tidak bisa, tak ada yang pernah menawari kita, Teman. Itu semua, memang, hanya harus kita lalui.

Tau tidak, Kawan? Bahwa secara tidak sengaja dan meskipun prosesnya lama (bahkan sampi kita lulus pun masih ada yang belum paham) semua hal itu yang akan membentuk kekuatan kita di masa depan. Bahwa mengeluh bukanlah jawaban dari setiap keputusan yang berlawanan dengan kehendak kita. Bahwa berontak atau menghindar dari masalah bukanlah jalan satu – satunya untuk kita lalui. Bahkan terlambat memahami (seperti kita saat ini) masih lebih baik bila dibandingkan dengan tidak sama sekali. Bahwa dari yang paing buruk, masih bisa dipilih yang keburukannya paling sedikit.

Itu, Kawan….yang akan membentuk pertahanan diri kita. Meskipun kita belum menyadarinya saat ini. Bahwa hal – hal yang terjadi itu pasti akan kita temui kembali kelak. Maka, bersyukurlah telah dikenalkan dengan itu semua. Karena dengan mengenalnya, kita dapat dengan mudah menyayanginya.

Menyayangi dalam arti, bukan lagi keluhan yang muncul ketika jadwal berubah, bukan lagi protes yang keluar bila tak ada libur, dan bukan pula membelok ketika diarahkan. Pastikan kita akan mengatakan yang ini: “ah….aku sudah pernah melalui ini, yang ini pasti lebih mudah, aku tak akan goyah!”
Sayangi mereka, Teman….. Bersyukurlah dengan bersabar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar