TANYA KENAPA?!
Banyak sekali hal – hal di dalam proses pembelajaran
kita yang kita, bahkan aku sangat membencinya. Namun, pernahkan kau sadari,
Kawan? Apa maksud di balik semua ini?
Seperti contoh kecil yang pernah ibu guru berikan
pada kita tentang bagaimana rasa toleransi makhluk – makhluk yang pernah
singgah di asrama akan lebih besar dari yang belum pernah singgah. Masih banyak
hal lain nya bukan? Menunggu hingga ber jam – jam, jadwal yang tiada pernah ada
kepastian, prestasi yang tiada setimpal balasannya, terutama masalah iuran yang
sering bikin kita jerit – jerit…dan masih banyak lagi yang kita dapat, di
lahan, klinik, kelas…di mana aja.
Hal – hal yang sedemikian itu, sangat mudah memancing
emosi, menggoyahkan pendirian, membelokkan jalan. Hal – hal yang sedemikian
itu, Teman….mengapa harus kita lewati. Mau atau tidak mau, bisa atau tidak bisa,
tak ada yang pernah menawari kita, Teman. Itu semua, memang, hanya harus kita
lalui.
Tau tidak, Kawan? Bahwa secara tidak sengaja dan
meskipun prosesnya lama (bahkan sampi kita lulus pun masih ada yang belum
paham) semua hal itu yang akan membentuk kekuatan kita di masa depan. Bahwa
mengeluh bukanlah jawaban dari setiap keputusan yang berlawanan dengan kehendak
kita. Bahwa berontak atau menghindar dari masalah bukanlah jalan satu – satunya
untuk kita lalui. Bahkan terlambat memahami (seperti kita saat ini) masih lebih
baik bila dibandingkan dengan tidak sama sekali. Bahwa dari yang paing buruk,
masih bisa dipilih yang keburukannya paling sedikit.
Itu, Kawan….yang akan membentuk pertahanan diri kita.
Meskipun kita belum menyadarinya saat ini. Bahwa hal – hal yang terjadi itu
pasti akan kita temui kembali kelak. Maka, bersyukurlah telah dikenalkan dengan
itu semua. Karena dengan mengenalnya, kita dapat dengan mudah menyayanginya.
Menyayangi dalam arti, bukan lagi keluhan yang muncul
ketika jadwal berubah, bukan lagi protes yang keluar bila tak ada libur, dan
bukan pula membelok ketika diarahkan. Pastikan kita akan mengatakan yang ini:
“ah….aku sudah pernah melalui ini, yang ini pasti lebih mudah, aku tak akan
goyah!”
Sayangi mereka, Teman….. Bersyukurlah dengan
bersabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar