Catatan:
1. Indung Telur (Ovarium). Tempat diproduksinya hormon wanita untuk mengatur siklus menstruasi yaitu FSH dan LH. Indung telur dengan bantuan FSH akan mematangkan satu sel telur (ovum) setiap siklus bulanan kemudian sel yang matang dapat berovulasi. Sel tersebut akan menyusuri Tuba Falopii, bila beruntung dia akan bertemu dengan sel sperma yang kemudian dapat terjadi pembuahan/ konsepsi. Hasil konsepsi tersebut akan memasuki kavum uteri dan menempel di dindingnya hingga kemudian terjadi kehamilan. Namun, pada gadis sel telur akan keluar bersama luruhnya dinding rahim sebagai darah menstruasi. Beberapa kelainan ovarium yang dapat mengganggu kesuburan diantaranya kanker ovarium, tumor ovarium, ooforitis, adneksitis dan hormon tidak teratur atau tidak seimbang yang biasanya mengakibatkan PCOs (polikistik ovarium sindrom).
2. Tuba Falopii. Saluran yang menghubungkan ovarium dengan rongga rahim. Saluran ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pars interstisial (dekat rahim), pars ismika (medial), dan pars ampularis (dekat ovarium). Di bagian - bagian ini biasanya sel sperma bertemu dengan sel ovum. Beberapa keadaan yang dapat mengurangi tingkat kesuburan perempuan yaitu salphingitis, adneksitis, dan tuba tersumbat atau non paten. Pemeriksaan yang digunakan adalah dengan VT nyeri goyang portio, USG cairan bebas sekitar tuba dan Rongent Hidrosalphingograph.
3. Kavum Uteri. Tempat menempelnya hasil konsepsi. Sebagaimana organ - organ lain, organ ini juga mengalami beberapa perubahan seiring siklus menstruasi yaitu luruhnya dinding rahim. Beberapa keadaan yang mempengaruhi kesuburan perempuan yaitu terdapatnya mioma uteri, kista endometriosis, dan keganasan.
4. Serviks. Biasa disebut leher rahim. Ujung serviks merupakan pangkal saluran vagina yang berupa mulut rahim (portio). Bagian ini sangat penting dalam proses melahirkan normal, selain kontraksi rahim yang diharuskan teratur dan berinterval. Portio uteri merupakan pintu keluarnya bayi. Prosesnya tidak terjadi begitu saja, serviks akan menipis dan membuka sampai diameternya sebesar kepala bayi, kurang lebih 10 cm. Proses ini terjadi akibat kontraksi rahim, yaitu hasil dari otot rahim yang menarik serviks ke atas ke arah fundus dan mendorong bayi ke bawah, sehingga lama - kelamaan serviks pun menipis lalu membuka. Hal lain yang membantu pembukaan serviks yaitu dorongan bagian bawah janin (kepala), bila bagian bawah janin lunak biasanya pembukaan akan berjalan melambat. Beberapa hal yang dapat mengurangi kesuburan wanita yaitu adanya polip, infeksi mulut rahim (erosi), dan kanker serviks.
Namun demikian dalam program mempunyai anak tidak begitu saja terpaku pada organ reproduksi perempuan. Reproduksi lelaki juga perlu dicek, mulai dari jumlah sperma normal, gerakannya, ada pembekuan atau tidak, infeksi atau tidak, sampai dengan pola hidup dan penyakit yang menyertai. Jadi, jangan melihat atau menyalahkan satu pihak saja. Dijalani dan diusahakan bersama ya ;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar