Selasa, 31 Juli 2012

The way to become and have a friends….

Lucu dan unik, setiap kali berteman pasti ada hal – hal yang seru. Tapi mungkin tergantung lingkungan juga. Yang jelas, sahabat dan teman itu bukan memilih dan dipilih. Tuhan lah yang mengatur dari alam bawah sadar kita.

Minggu – minggu ini, pencarian teman menjadi sesuatu perenungan sendiri buatku. Mulai dari teman kenalan yang menjadi lebih dekat dan malah salah paham, sampai pada liburan ketemu sodara jauh. Pinginnya dapat kenalan baru tapi malah dapatnya keluarga baru. What a wonderful holiday! :D

Aku yang seperti ini, meskipun sudah punya seseorang (terikat) aku masih ingin mengepakkan sayap. Karena aku adalah harapan. Dan memang tidak seharusnya ikatan ini membelengguku. Hasilnya, yah…..aku menghadapi beberapa masalah yang aneh. Aku tak mengira masalah – masalah itu akan muncul dengan tingkat kepercayaan kami yang sampai sejauh ini. Entah kenapa, aku merasa sedikit kehilangan itu…atau mungkin memang begini jalannya?

Ah….tak tau, kulalui saja.

Aku baru paham, dengan bertemu banyak orang, banyak pula pelajaran yang bisa diambil. Pelajaran untuk orang banyak maupun diri sendiri. Dan aku butuh itu sekarang…. Sangat butuh dan sangat ingin. Aku benar – benar ingin menjadi lebih lues ketika ada di dalam forum formal.

Aku tak tau kenapa tidak bisa seperti yang lain, yang dapat melebarkan sayap melalui pertemuan di forum formal. Banyak yang mempengaruhi sebenarnya. Poinnya di sini lagi – lagi adalah kesempatan dan kemampuan. Kesempatan datangnya dari luar. Namun, bila yang melihat tidak jeli, dia juga tak akan nampak. Sedang kemampuan murni dari dalam. Namun, bila komunikasi baik maka bala bantuan akan banyak yang datang.

Aku memutuskan untuk tidak menyalahkan diri sendiri dan keadaan. Dari sekian banyak yang telah kulalui, aku masih ingin lebih, lebih, dan lebih lagi. Semoga kelak dapat tercapai, amin.

Rabu, 04 Juli 2012

Refleksi Diri

TANYA KENAPA?!

Banyak sekali hal – hal di dalam proses pembelajaran kita yang kita, bahkan aku sangat membencinya. Namun, pernahkan kau sadari, Kawan? Apa maksud di balik semua ini?

Seperti contoh kecil yang pernah ibu guru berikan pada kita tentang bagaimana rasa toleransi makhluk – makhluk yang pernah singgah di asrama akan lebih besar dari yang belum pernah singgah. Masih banyak hal lain nya bukan? Menunggu hingga ber jam – jam, jadwal yang tiada pernah ada kepastian, prestasi yang tiada setimpal balasannya, terutama masalah iuran yang sering bikin kita jerit – jerit…dan masih banyak lagi yang kita dapat, di lahan, klinik, kelas…di mana aja.

Hal – hal yang sedemikian itu, sangat mudah memancing emosi, menggoyahkan pendirian, membelokkan jalan. Hal – hal yang sedemikian itu, Teman….mengapa harus kita lewati. Mau atau tidak mau, bisa atau tidak bisa, tak ada yang pernah menawari kita, Teman. Itu semua, memang, hanya harus kita lalui.

Tau tidak, Kawan? Bahwa secara tidak sengaja dan meskipun prosesnya lama (bahkan sampi kita lulus pun masih ada yang belum paham) semua hal itu yang akan membentuk kekuatan kita di masa depan. Bahwa mengeluh bukanlah jawaban dari setiap keputusan yang berlawanan dengan kehendak kita. Bahwa berontak atau menghindar dari masalah bukanlah jalan satu – satunya untuk kita lalui. Bahkan terlambat memahami (seperti kita saat ini) masih lebih baik bila dibandingkan dengan tidak sama sekali. Bahwa dari yang paing buruk, masih bisa dipilih yang keburukannya paling sedikit.

Itu, Kawan….yang akan membentuk pertahanan diri kita. Meskipun kita belum menyadarinya saat ini. Bahwa hal – hal yang terjadi itu pasti akan kita temui kembali kelak. Maka, bersyukurlah telah dikenalkan dengan itu semua. Karena dengan mengenalnya, kita dapat dengan mudah menyayanginya.

Menyayangi dalam arti, bukan lagi keluhan yang muncul ketika jadwal berubah, bukan lagi protes yang keluar bila tak ada libur, dan bukan pula membelok ketika diarahkan. Pastikan kita akan mengatakan yang ini: “ah….aku sudah pernah melalui ini, yang ini pasti lebih mudah, aku tak akan goyah!”
Sayangi mereka, Teman….. Bersyukurlah dengan bersabar.

Minggu, 01 Juli 2012

Aku Percaya, Percaya Aku



sesuatu yang paling membahagiakan buatku adalah 
ketika punya teman
dan dapat tumbuh dewasa bersama
saling mendampingi
melewati jalan yang harus ditempuh

tapi bersamamu, lebih dari itu
karena kamu lebih dari sekedar teman
bahkan ketika kamu tak mengerti
sebesar apa arti kehadiranmu di sini

iya, aku memang sedang belajar
dan setuju, kalau belajar itu hingga liang lahat
tapi aku bukan yang setengah - setengah dalam menggunakan kesempatan
namun bukan pula karena kesempatan itu, aku bertahan

aku......
bukan seorang pencari kayu yang melewati hutan
dan akan menyesal ketika keluar dari hutan tanpa hasil
karena menetapkan standar yang tinggi bagi kayu - kayu yang kucari

aku juga kontra dengan para pujangga yang mengatakan cinta itu buta

aku adalah ikan yang berenang
kadang kutemui air yang menggenang tenang
namun tak jarang arus yang deras menghanyutkanku
membawaku ke tempat lain yang di situ aku harus tetap bertahan hidup

seperti itulah yang kujalani saat ini

dan sebesar keraguanmu itu, aku bertahan
aku ingin tetap memeluk mimpi - mimpiku
aku ingin terus berlari mengejar matahari
aku.......
akan terus percaya

ketika waktunya tiba
Allah telah menyiapkan jawaban terindah untukku

Terimakasih, IBU



















Seorang guru
sekaligus ibu

sesosok ibu
yang seperti itu
menomor satukan anaknya

bkn dg memenuhi permintaan
pun memenuhi fasilitas
bahkan kami diajak ikhtiar, prihatin

'sudah bkn jaman nya'
kata si anak

tp ibu berkeras hati
teguh pd tujuan mulianya
sungguh....
Krn ibu juga tak mau menyiksa

ibu hny ingin memberitahu sedikit
yg kami butuhkan utk jd bidan

ibu hny menunjukkan
kerasnya dunia kerja
persaingan global

ibu yg seperti ini
setiap langkahnya
selalu teriringi doa
nafasnya berhembus
dalam ikhtiar mendidik si anak

ibu yg seperti ini
akan mengarahkan anaknya
senakal apapun mereka
tak peduli
sebanyak apa mereka mengeluh & menuntut

seperti kata pepatah
galah dan jalan
itulah perbndingan ksh sayang mereka

Sabtu, 09 Juni 2012


BERHENTI!


sudah cukup....

ini adalah batasnya
aku yang tau
jadi anggap saja
aku batasnya

bila dulu kuputuskan
lalu kuingkari
bukan seperti itu lagi!

cukup sampai di sini
sudah saatnya
introspeksi

berkeras diri
memperbaiki diri

untuk hari esok

yang kita impi - impikan

aku takkan mempermasalahkan
yang sudah lalu
aku hanya mengingatnya

supaya kelak
aku punya nasihat
buat siapa saja
yang membutuhkan

ayo!
berhenti...

kalau kamu mau
kalau kamu mengerti
kalau kamu menyadari

karena aku lemah...
jika sendiri

temaniku

berjuang
mendapatkan mimpi kita

Minggu, 12 Februari 2012

REMINDER

ayookkk,, yang malas sholat
silakan play list lagu - lagu ini
dengar n resapi maknanya dalam - dalam




1. letto - sejenak

http://www.stafaband.info/download/110328/Letto/Sejenak.html

sebelum waktumu terasa terburu
sebelum lelahmu menutup mata
adakah langkahmu terisi ambisi
apakah kalbumu terasa sunyi

reff:
luangkanlah sejenak detik dalam hidupmu
berikanlah rindumu pada denting waktu
luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
dan lihatlah warna kemesraan dan cinta
sebelum hidupmu terhalang nafasmu
sesudah nafsumu tak terbelenggu
indahnya membisu tandai yang berlalu
bahasa tubuhmu mengartikan rindu
repeat reff
yang tlah semu.. yang tak semu..dah itu

2. letto - sandaran hati

http://gudanglagu.com/l/letto/letto-sandaran-hati-2/
yakinkah ku berdiri
di hempa tanpa tepi
bolehkah aku
mendengarmu
terkubur dalam emosi
tanpa bisa bersembunyi
aku dan nafasku
merindukanmu
terpuruk ku di sini
terangi dia yang sepi
dan ku tahu pasti
kau menemani
dalam hidupku
kesendirianku
teringat ku teringat
pada janjimu ku terikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli ku peduli
siang dan malam yang berganti
pedihku ini tak ada arti
jika kaulah sandatan hati
kaulah sandaran hati
sandaran hati
inikah yang kau mau
benarkah ini jalanmu
hanyalah engkau yang ku tuju
pegang erat tanganku
bimbing langkah kakiku
aku hilang arah
tanpa hadirmu
dalam gelapnya
malam hariku

3. bimbo - jangan tolak kenikmatan

http://gudanglagu.com/lagu-nasyid/bimbo-jangan-tolak-kenikmatan/

Ada orang yang berkata
Ibadah itu nanti kalau tua saja
Ada kenalan yang bilang
Kalau sudah tua saya kan sembahyang

Ternyata sholat itu nikmat
Terasa teduh sertai damai dan tenang

Ada orang yang berkata
Ibadah itu nanti kalau tua saja
Ada kenalan yang bilang
Kalau sudah tua saya kan sembahyang

Ternyata sholat itu nikmat
Terasa teduh sertai damai dan tenang

Apa sebab ditunda kenikmatan
Tak ada tua, tak ada muda
Waktu muda serasa nikmat
Waktu tua semakin lezat
Jangan, jangan, tunda, tunda

4. syahrul gunawan - sholat

http://www.4shared.com/get/zs1EL7IU/Sahrul_Gunawan_-_Sholat.html

saat tubuh terbujur kaku
kain kafan membungkusmu
tak seorang pun dapat menolongmu
kecuali amalanmu
sholat ayo kita sholat sebelum disholatkan
dalam waktu sempat ataupun sempit
sholat tak boleh ditinggalkan
tak bisa berdiri, duduk atau rebahan
tak bisa rebah di-isyaratkan
saat tubuh terbujur kaku
kain kafan membungkusmu
tak seorang pun dapat menolongmu
kecuali amalanmu
sholat ayo kita sholat sebelum disholatkan
dalam waktu sempat ataupun sempit
sholat tak boleh ditinggalkan
sholat ayo kita sholat sebelum disholatkan
dalam waktu sempat ataupun sempit
sholat tak boleh ditinggalkan
sholat ayo kita sholat sebelum disholatkan
dalam waktu sempat ataupun sempit
sholat tak boleh ditinggalkan
tak bisa berdiri, duduk atau rebahan
tak bisa rebah di-isyaratkan
saat tubuh terbujur kaku
kain kafan membungkusmu

jangan mo kalah sama shinchan yoooaa :))
link yang tersedia bisa untuk download
semangat sholat 5 waktu, awal waktu!!

Curahan Hati

Pingin Ngomong Tapi Gatau Harus Ngomong Ke Siapa

Menjelang hari – hari merantau (baca: praktik)

Menyambut rentetan ujian dan segala keribetan di akhir studiku jenjang diploma ini
Aku semakin sering sensi

Kemaren, menjelang tingkat akhir
Aku menyadari bahwa menahan, menekan, memaksa dan kawan2nya berakibat buruk bagi psikologi yang menentukan masa depan
Aku putuskan mencoba menata hati
I said I wont force my self
I’ll do everything happily
Not by forcing

Mencoba ikhlas dan bahagia dengan yang ada
Mencoba menyeimbangkan segala sesuatu sepnajang kemauanku
Mencoba memahami lebih dalam apa yang ada dan terjadi di lingkunganku
Mencoba berbuat, berperan sebagai aku

Namun, beraaat tiba – tiba mengganggu

Apa ini efek dari belajar dengan sesi praktik tiap akhir semester?
Aku merasa ingin keluar dari rumah
Aku pingin bangun hidup sendiri
Aku bosan dengan tugasku tiap hari

Padahal,,
Aku gak yakin tentang keluar rumah
Akuuu,, terlalu “dilelo-lelo ledung”
Pernah aku minta ijin, jawabannya:
“jangan jauh – jauh dari rumah ya, Ndhuk”

OMG, mata itu….
Aku tak sanggup meninggalkannya L
Padahal di rumah ada adek2…..
Why? Why don’t you let me fly?
Bagaimana aku belajar lebih objektif bila hanya mendengar, melihat dan merasa yang itu – itu saja?
How? Someone tell me the way?

Sekarang ini, bangun hidup sendiri….
Memang belum memungkinkan
Tp sebentar lagi, ins Allah
Beberapa yang harus aku perhatikan:
SAFETY (tempat tinggal, peralatan, kendaraan, teman, lingkungan)
IJIN (ortu, pacar, toma, pemerintah)
KOMUNIKAS (keluarga, pacar, teman, toma, toga, tetangga)
TABUNGAN (pribadi, masa depan, bisnis)

Get in to unresolved problems:


1. Keluarga


2. Teman


3. Pacar


4.    Dosen

Keluarga, okelah…..
Ibu is my inspiring woman
Perlu belajar lebih sopan kyk adek
Lebih tangguh bantuin ortu
Endak melulu mengadopsi perasaan anggota keluarga
Cukup sampai dengan mengerti posisinya
Kemudian, lakukan peranmu!

Teman…….
Tadinya aku sebel
Beruntung ada yang bisa buka mataku
Alhamdulillah ya, Allah
Gak aku pikirin lagi
Poin ini, tengok notes fb yg judul “teman”

Pacar…….
Kayaknya aku terpaksa gak melaporkan hal – hal yang gak penting deh
Daripada bikin cemburu, ak sendiri yang susah
Alhamdulillah, aku masih pada pendirian
Semoga Allah member buah yang manis, amin

Dosen………..
Alhamdulillah, aku ditegur lagi
Mungkin memang harusbelajar ADIL
Ibu itu special, pasti

Sekian curahan hati