Selasa, 06 September 2011

No Regret

Don't wanna be like him
Starts everything hardly and make it complex
I really don't want it!
But it's the fact

Do you know, Dad?
I am so empty
I think i loose my times to speak to them sincerely



Unfortunately....
I can't strat speak simpler
You're image makes me forced
Like, "I have to be perfect infront of you"

Dad......
I'm so sorry that i've hurt you many times
I'm sorry that i may not be as perfect as what you want

I don't blame it on anyone, and i can't
I just wanna find my own self
To be better for my future

Love you, Dad....
I know you want the best for me

It must not be the thing that you want
I'm asking you to fly me by my wings
With your prays for me, i believe
I'm finding my beautiful world

Tokoh Kartun Ku ^^,

Tiba-tiba pingin nulis tentang tokoh kartun yang aku suka. Kemarin habis nonton kartun Tinkerbell, suka deh. Dia lucu, sosok pekerja keras, tidak mengenal lelah, pejuang, dan inovator. Sifat - sifat baik yang sangat menonjol dari dirinya.

Menurut blog yang kubaca, Tinkerbell lahir dari bunga Lily dan terbang hingga ke dunia peri. Inilah yang membuat dia bisa menjadi peri. Kemampuan dasar yang dia miliki adalah Tinker, seorang penemu. Kawanan peri yang membuat penemuan untuk menunjang kegiatan seluruh peri dari kemampuan lain, seperti peri bunga, angin, dan lain - lain. Pada Tinkerbell 1, dia tidak menerima bakat alaminya ini. Tetapi, pada akhirnya ia menyadari bahwa itulah potensinya. Tinkerbell mengembangkannya dengan baik. Ia juga peri yang ceria.

Keinget juga titipan ku ma seorang teman, sebuah mainan Tinkerbell. Masih Dia simpen gak ya? hehe. Semoga ada kesempatan untuk jawabannya...

Tinkerbell, here you are ....








Oke, meski sekarang Tink udah makin tinggi aja pamornya di Walt Disney....aku tetep lebih suka Tink as a Peter Pan's Friend :) Suka semua deh....hehe

The next is Cardcaptor Sakura. Hyuuuuh...... Aku suka banggets sama kartun yang satu ini. Kartun ini berkisah tentang Sakura Kinomoto, yang dalam versi animasinya, dikisahkan secara tidak sengaja membuka sebuah buku berisi Clow Card. Saat buku itu terbuka, semua kartu-kartu ciptaan Clow Reed sebanyak 52 lembar (17 lembar dalam manga) berhamburan ke seluruh penjuru kota Tomoeda. Adalah tugas dari Sakura untuk mengumpulkan kembali kartu-kartu itu dibantu makhluk bernama Cerberus, yang muncul bersamaan saat buku itu terbuka. Seru pokoknya..... *.* Selain karena setiap episode pasti selesai, kartun ini menggambarkan petualangan buatku.



Nii....card card yang udah berhasil ditangkap Sakura. Walaupun Card ini ditangkap tapi gambarnya tetep senyum ya, hehe. Unik. Lucu bukan? Harusnya ditangkap kan sedih sih???
Masih ingat kah dengan teman-teman Sakura? Yap! Tomoyo (Tomoyo Daidouji) dan Li Syaoran.
Tomoyo adalah sepupu, sahabat sekaligus teman sekelas Sakura. Berasal dari keluarga kaya raya, pemilik perusahaan Doidouji. Dia sangat terobsesi untuk merekam aksi-aksi Sakura saat menangkap kartu dengan memakai kostum buatannya. Aneh ya... Padahal cantikan Tomoyo tapi Dia malah ngefans ma Sakura. Haha. Kartun ngefans kartun ni jadinya :D



Li Syaoran sendiri yang pada awalnya bersaing dengan Sakura dalam mengumpulkan Clow Card, namun akhirnya justru jatuh cinta dengan Sakura.Teman sekelas Sakura yang berasal dari Hongkong. Ia bersaing dengan sakura untuk mengumpulkan kartu. Ia mempunyai kemampuan magis yang diturunkan dari orang tuanya. Dalam anime, ia mempunyai peran penting dalam mengumpulkan kartu Clow. Syaoran pada awalnya menyukai Yukito Tsukishiro karena tertarik oleh kekuatan magic yang dimilikinya. Akan tetapi seiring kebersamaanya dengan Sakura selama mengumpulkan kartu Clow, perasaan bencinya kepada sakura perlahan-lahan hilang dan lama-kelamaan ia mulai menyukai Sakura. So sweet nyaaa....... XD

Nii beberapa adegan mereka.....









Hehe.... Lucu yak! :) Love this cartoon so much. Pingin nonton lagi. Yang punya filmnya, boleh dong komen and share filmnya. Ditunggu ya, always :) To be continued.....

Dalam rangka Nuzulul Qur'an dan HUT ke-64 RI

Kerinduan Akan Sentuhan-Nya

Brrrrrr..... Dingin selalu terasa di pagi hari, di desa asri ku ini. Namun tak juga berhasil mengurungkan niatku menulis tentang sedikit pengalaman membaca. Pagi ini baru saja terdengar pengumuman bahwa warga diharuskan memasang bendera merah putih di halaman rumah, menyongsonh HUT ke-66 RI. Mungkin juga di beberapa situs jejaring sosial sedang ramai membicarakan tentang perayaan hari pramuka. Namun aku masih betah duduk bersila di bangku yang terletak di belakang rumahku, sambil menulis tentang isi hati.
Teman, perlu kamu tahu, aku ini muslimah tapi tak jarang jauh dari agama. Karena itu, setelah membaca sedikit dari buku Lentera Hati karangan Bapak Quraish Shihab, aku begitu terpesona. Aku merasa mendapatkan kembali sentuhan-sentuhan yang hilang – atau mungkin kuabaikan – hingga aku putuskan untuk menulis ini. Karena sejauh apapun kita tahu bila tidak diamalkan maka akan menjadi hal yang percuma.
Ada beberapa hal menakjubkan yang kutangkap dalam buku ini. Seperti sebuah pembuktian bahwa belajar setinggi langit itu memang perlu. Kelak, ilmu itu apabila tidak didalami dengan sabar dan teliti akan memunulkan bamyak aliran dengan dasarnya sendiri-sendiri, dan akan selalu butuh penengah, yaitu sang ahli. Seperti kisah sederhana di cartoon avatar, Teman. Aku sangat setuju dengan itu.

Yang pertama kudapati adalah betapa wahyu terakhir yang diberikan kepada Nabi saw memiliki arti tersirat yang sangat dalam berdasarkan tafsir oleh Bapak Quraish. Mulai dari perbedaan kata “kusempurnakan” yang berarti adalah kumpulan sesuatu yang telah sempurna dan genap dalam satu wadah, yaitu syariat agama islam, dengan kata “kucukupkan” yang berarti kumpulan sesuatu yang tidak sempurna namun bila dikumpulkan menjadi satu akan sempurna, yaitu nikmat Allah. Di sini tergambar jelas bahwa hanya islam lah yang memiliki syariat paling lengkap, aturan hidup yang sangat detail. Dan islam lah yang akan menjadikan nikmat-nikmat yang dicukupkan oleh Allah itu menjadi sebuah kesempurnaan tiada tara.
Adalah sifat manusia yang tak pernah puas dan merasa cukup atas nikmat yang diberikan Allah, namun dengan landasan syariat agama islam maka seberapapun nikmat itu apabila disyukuri, maka akan terasa sempurna.

Kedua tentang beberapa tipe manusia dalam menjalani ibadah. Ada 4 tipe. Yang pertama adalah pedagang, kedua budak, ketiga robot dan keempat adalah arif. Jiwa pedagang menjalankan ibadah dengan dalih bersakit-sakit dahulu di dunia, bersenang-senang kemudian di akhirat. Dia rela menukar kebahagiaan di dunia dengan perjuangan beribadah supaya nikmatnya di akhirat tidak terkurangi.
Jiwa budak menjalankan ibadah dengan rasa takut dan tunduk yang teramat sangat. Bahwa dia tak berarti apa-apa tanpa petunjuk dan anugrah dari Sang Khalik. Dia beribadah dengan segala rasa takut dan rendah diri, barangkali mengingat keberadaan surga dan nerakan di alam kekal abadi.
Sedangkan jiwa robot, beribadah hanya seperti rutinitas, tanpa ia paham arti sebenarnya, dibalik kewajiban yang dijadikannya sebagai rutinitas itu. Dan jiwa yang arif, beribadah atas dasar bersyukur kepada Allah swt karena nikmat yang diberikannya tak kunjung habis. Rasa syukur ini seperti arti kata din yang tidak jauh maknanya dari dain. Bila din adalah agama atau penyerahan, maka dain adalah hutang. Si arif ini beribadah karena hanya dengan itu dia dapat membayar segala nikmat yang Allah berikan, yang tak terperi banyaknya, dan bahwa Allah tidak butuh atas pembayaran itu namun Allah menerimanya dalam bentuk rasa syukur. Maka, selalu tingkatkanlah ibadah kita, Teman. Jangan lupa untuk selalu bersyukur.

Ketiga tentang sesuatu yang terlewat dari pelajaran syahadat kita. Bahwa syahadat tidak hanya diucapkan sebagai tanda ia masuk islam. Dengan mengucapkan syahadat, si penguap menyadari adanya tiga pihak yaitu Allah swt, dirinya dan para hadirin yang melihat penyaksiannya. Di samping itu, pengucapan syahadat akan menghadirkan hak dan kewajibannya sebagai seorang muslim. Dan yang terlewat adalah bahwa syahadat tidak berhenti di situ saja. Syahadat harus dijiwai dan diamalakan, menjadi dasar di setiap langkah kita bahwa kehendak harus disesuaikan dengan kemampuan, bicara harus disesuaikan dengan pengetahuan.

Keempat, kudapati sesuatu tentang perdamaian, yang selama ini ku impikan, yang selama ini hampir menjerumuskanku ke dalam seorang pemimpi yang terancam tak dapat meraih mimpi-mimpiku. Aku takjub dan terpana ketika Bapak Quraish mengatakan ada sebuah doa yang selalu diajarkan ketika sesuadah sholat, yaitu doa perdamaian. Allah ternyata telah akan mengabulkan mimpiku sebelum aku menyadari bahwa aku telah memintanya. Subhanallah, betapa banyak yang belum aku ketahui.

Dan yang kelima kudapati tentang antara takbir dengan syahadat yang diuraikan oleh Bapak Quraish dengan sentuhan nasionalisme dan patriotisme. Aku adalah alumni Peleton Inti di sebuah sma. Meski tak banyak kontribusi yang bisa kuberikan namun baru kusadari bahwa di balik nasionalisme dan patriotisme para pahlawan yang terdahulu terselip takbir dan syahadat yang tidak hanya sekedar dihayati namun juga menjadi tumpuan usaha serta penyerahan diri ketika melihat kenyataan bahwa tanah airnya, tempat anak cucu mereka akan hidup kelak sedang dijajah. Maka, dengan menyaksikan Allah berada di pihaknya, serta penghayatan dari kedua lafal tersebut, hadirlah usaha yang tak kenal lelah untuk merebut kemerdekaan. Subhanallah.....
Akhirnya, Saya ucapkan selamat hari kemerdekaan 17 agustus 2011! Hehe ^^9

Me, again...

Start From: Who You Are
siapalah aku hingga kau sudi membaca coretan ini



Siapa aku? Hahaha. Aku bukan siapa-siapa, bagiku. Namun mungkin jawabannya akan berbeda bila yang memberikan adalah kedua orang tuaku, atau mungkin dari orang yang paling menyayangiku?

Terlepas dari itu, aku seorang gadis, suka sekali menganalisis sesuatu dari sudut pandangku sendiri, tentu saja dengan berbagai ilmu – yang mungkin tak ada artinya di mata cendekiawan – yang telah kudapat selama kurang lebih 15 tahun aku belajar di bangku sekolah. Selain itu, aku juga suka mempelajari sesuatu dari dalam diriku, melebihi sukaku mempelajari sesuatu di luar sana yang lebih besar, lebih menarik dan lebih nge-trand untuk dipelajari sekaligus diperbincangkan. Kalimat ini sedikit terdengar hiperbolis tapi dengan mengetahui aku juga sangat suka melakukan introspeksi diri, akan sedikit mengurangi hiper-nya.

Sudah cukup banyak lembar introspeksi yang kubuat, kuterapkan – karena sudah MERASA menerapkan – kemudian kubuang begitu saja. Tapi aku tetap suka introspeksi. Bagiku, ini seperti siasat mengetahui (analisa) kemampuan dan kekurangan diri sendiri. Biasanya setelah berintrosepksiria, aku segera menyusun atau sekedar mengoreksi tarjet-tarjetku, baik yang jangka pendek, maupun jangka panjang. Bukankah ini cara jitu menghadapi hidup? Hehe.

Dari sekian alasan aku menyukai introspeksi, yang pertama adalah karena yang tahu segala sesuatu tentang kamu, adalah dirimu sendiri. Namun alasan yang paling kusuka bukan itu. Aku tipe orang yang (menurutku) fleksibel. Aku selalu ingin membaur dengan lingkunganku, meski seringkali kulakukan dengan cara yang kurang tepat (tak kan kubilang salah, karena aku belum selesai belajar – menurut psikolog, hehe). Dengan begitu, praktis aku akan sering memberi kontribusi di lingkunganku dan kuusahakan bahwa kontribusi itu adalah yang baik. Dari sini, aku memahami bahwa kehadiran (penciptaan) seseorang (atau bahkan sebuah benda, tak bernyawa sekali pun) di muka bumi ini bukan tak ada artinya. Mulailah aku memahami peran, di mana seharusnya aku berkontribusi dalam wujud tindakan, atau sekedar nasihat kepada teman-teman di sekitarku.

Sejauh ini, kutemukan ada sedikit masalah dengan introspeksi dan juga analisa yang menjadi hobi serta tak pernah absen di waktu luangku. Bahkan, bila terlalu lama aku jauh dari mereka – biasanya sampai aku suntuk – aku pun rindu dengan waktu-waktu itu. Waktu di mana aku hanya bersama diriku, memutar kembali memori terakhir, mencari-cari masalah, menelusuri penyebab dan mulai lagi memahami peran untuk melakukan pemecahan, sedikit demi sedikit. Semua itu, selama ini, kulakukan oleh diri sendiri. Lalu suatu ketika, aku mendapati dalam beberapa episode dalam hidupku, beberapa kali aku gagal melancarkan taktik menghadapi hidupku. Di saat itu pula aku menyadari kodratku sebagai perempuan yang hidupnya dipenuhi dengan selalu berbagi.

Di sinilah muncul seorang teman – sahabat lebih tepatnya – karena tak banyak orang yang bisa menyisakan “jejaknya” dalam perjalan hidupku seperti yang dia lakukan selama ini. Tentang seorang sahabt ini, lagi-lagi aku enggan menguraikan artinya dalam hidupku, karena aku mungkin hanya akan melebih-lebihkan dan membuat dia tidak nyaman. Namun demikian, tetap akan kujelaskan satu hal yang menurutku sangat vital. “Mata kita sendiri tidak akan menjadikan kita berwawasan, tetap butuh mata orang lain.” Seperti itu kira-kira, judul sebuah bagian dari novel simple yang terakhir kubaca. Aku sangat suka kata-kata sederhana yang bermakna dalam itu. Bahwa kehadiran seseorang tempat berbagi, meminta pendapat, menanyakan solusi, bertukar pikiran dan mungkin lebih sering sebagai teman bercanda, adalah sangat berarti, especially when we are stuck.

Kembali ke diriku (aku memang suka membahas hal-hal tentang diriku sendiri, haha). Seperti gambaran peran di atas, di mana aku selalu ingin melebur. Apakah ada yang tahu efek sampingnya?

Sebenarnya sudah agak lama kusadari, aku menjadi seorang yang tertutup, tak banyak bicara kecuali dengan yang benar-benar dekat denganku (bahkan dengan yang dekat ini saja aku masih suka diam). Aku suka berkumpul dengan orang banyak, yang bertujuan tentunya, karena ini seperti belajar lebih besar tentang introspeksi. Menerapkannya bukan terhadap diri tapi pada sebuah kesatuan. Dari sini, aku seringkali menomorduakan kepentingan-kepentingan pribadiku. Hal ini tepat sekali seperti dugaan para pembaca, adalah karena betapa inginnya aku berkontribusi dengan sepenuh hati, jiwa dan raga bagi lingkunganku. Situasi seperti ini membuat semacam tumpukan di diriku dan lagi-lagi membuatku butuh suatu tempat untuk berbagi.

Ketika itu, sempat hilang arti sahabat dan aku hanya mencoba mengingat-ingat serta menapak tilas setiap perkataan, setiap semangat, setiap senyuman yang selalu ia coba berikan ketika aku butuh. Entah itu hanya tipuan atau dia jadikan aku mainan atau alat penelitian, aku TAK PEDULI! Dan ketika aku lelah sendiri, dengan bodohnya kuputuskan untuk menjalin relatinship dengan lawan jenis. Dari sini muncul beberapa konflik lagi, lebih kompleks tentunya, dan akan melengkapi kisah hidupku. Selamat menantikan kelanjutannya!

[Behind The Kitchen. August 14Th, 2011]

Pertanyaanku

MENULIS
August 14Th, 2011. 06:42 AM


Menggoreskan pena di atas kertas
Membiarkan tangan menari-nari
Melukis bentuk indah huruf abjad
Menyusun kata-kata hingga berarti

Di negeriku....
Dapat menulis merupakan indikator
Bahwa kemampuan rakyat telah meningkat

Kini, menulis....
Tak hanya itu
Bertukar informasi
Menumpahkan ide dan hobi
Menggambarkan hasil kerja panca indera
Bahkan sekedar menumpahkan isi hati

Namun, tak pernah ku tahu
Alasan pasti dari hal yang sering kutanyakan

Mengapa aku selalu menulis untuk diriku sendiri?
Kapan aku menulis untuk orang lain?
Pasti bukan karena tulisanku jelek bukan?


















Sambil lalu, tak kuhiraukan lagi
Tanyaku yang belum juga terpenuhi
Dengan sikap tak peduli
Aku menulis lagi

Sabtu, 13 Agustus 2011

Tentang Taurus

waaaaw........ ternyata indah banget. u know, this just give me some other powers that have been hiden for this time. oke, check this out.... ;)

from whoguides.com says that taurus is:
The Mesopotamians were the first to call the bull constellation as Gud Anna. It meant “Bull of Heaven.” Ancient bull images are also found in Spain and France. These images were made of bone, stone, and clay.

On the other hand, Babylonian astronomers believed Taurus was one of the oldest constellations in the sky. In the early Bronze and Chalcolithic Age, Taurus signaled the point of vernal equinox. During the vernal equinox of the 23rd century BC,  the Pleiades came closest to the sun. Taurus became very visible in the sky.  The Babylonians took that as proof of their belief.  They took down Taurus in the MUL.APIN as the “Heavenly Bull.” Its Akkadian name was Shur. Taurus was linked with Zeus in Greek mythology. When the Greek god kidnapped the Phoenician princess Europa, he took the form of a bull.

In the East, the Chinese call Taurus as the White Tiger of the West. It is considered one of the four greatest constellations in Chinese astrology. Taurus’s other name is the Great Bridge. Taurus stood for Osiris, father of Horus to the Egyptians. Osiris is the Egyptian god of the dead and the afterlife. Taurus’s horn was a symbol of fertility and riches in both the east and west for thousands of years.

How Taurus is formed
Taurus is easily visible in the northern hemisphere sky. It is between Aries and Gemini. To its north is Perseus and Auriga, to its south Eridanus and Orion, to its southwest Cetus. Hyades is the V-shaped cluster of stars in Taurus’s head. The bull’s red eye is Alderaban. Pleiades is somewhere in Taurus’s shoulder. Leftovers of supernova AD 1054 and Crab nebula are also found inside Taurus.  Most times only the tips of the horns are seen up front. The horns are formed by Beta and Zeta.   Taurus also contains a spherical cluster of about 400 stars called Hyades.  They are found behind Alderaban. It is widely believed three of Taurus’s stars are exoplanets.

The Stars of Taurus
Moreover, Taurus has a number of binary stars. These stars include Struve binaries. The Hyades stars inside Taurus move in the same direction and at almost the same speed. It is believed they all began from one point. The formation dates back between 600-800 million years ago. The stars making up Praesepe may be also related to Taurus.

Taurus has many other less known stars within its sphere. Elnath or Beta Tauri, and Alpha Tauri  are close by. Taurus’s highest point occurs in January. Like most constellations, Taurus has open clusters and  globular clusters.

next!
from josephinewall.co.uk says that taurus is:
the sign of the bull, is the one that others count on to come through in the clutch. Driven by determination and power, Taureans tend to be successful because of the perseverance that motivates them. Everyone seems to know that a Taurus has a temper, but rarely do they get to see it. Taureans are patient, gentle and possess an enormous amount of common sense. Those born under this sign usually get all that they pursue in life. Being a fixed sign, Taureans do not adapt well to change; they simply cannot be rushed into anything new. Ruled by Venus, Taureans are romantics whose sensibility keeps their feet on the ground even while they dream among the stars.


hehe.... jadi terharu nih yang punya bintang Taurus. sedikit berbangga gapapa lah yaa.... ^^
after knowing your good sides, Guys... let's make a new spirit!! say all good things here then remember that U ARE WHAT YOU THINK.... Spirit for u all, Taureans ^^9

Kamis, 11 Agustus 2011

Alhamdulillaah....

SYUKUR
AUGUST 2011, 10TH
Inginku.....
Berjalan santai tanpa hambatan
Terbang ringan
Bersama burung-burung
Tinggi mencapai awan

Mauku....
Hidup dengan tentram
Mencintai dan dicintai
Bersama orang-orang tersayang

Tiap hari bersanda gurau
Bercengkerama di alam bebas
Menyayangi hewan-hewan
Mengagumi bintang-bintang

Memanjat pohon, mengintai mentari
Mendaki gunung, menantang langit

Berenang, memeluk birunya laut
Menyapa terumbu karang, rumah ikan-ikan

Sayang.....
Betapa hidup ini terlalu indah
Bila dilewati dengan penuh keluhan

Buka mata dan lihatlah sekitar
Maka bibirmu spontan ‘kan bungkam
Kar’na ribuan syukur yang terucap
Masih saja terasa kurang

Kini dada serasa terbusungkan
Ingin menumpahkan segala isi, hasil pengindraan
Seketika diri ini pun mengerdil pula
Bagai kurcaci tersesat, mohon petunjuk dari Sang Pencipta

Hanya Sebuah Cerita

## SOMEONE ##
‎02 ‎Agustus ‎2011, ‏‎23:08:02


Saat ini, di tempat ku merenung. Di sebuah ruang tamu mini berukuran 3x4m2, bersama adik-adikku. Entah mengapa aku hanya absen, sedang pikiranku melayang ke sebuah introspeksi diri. Hal yang kurasa harus dan tak bisa tidak aku lakukan.
Aku hampir kehilangan diriku sendiri akhir-akhir ini. Sepanjang yang kulakukan hanyalah menghadapi apa yang ada di depan, tanpa antusias sedikit pun. Dengan sisa semangat, menjalani hari-hari yang ternyata setelah kupikir, monoton.  Hanya capek dan hasil seadanya. Tak seperti di semester awal. Ketika cinta itu masih terlarang, ketika hidupku terkurung di sebuah gedung, yang secara tak sengaja mengakrabkan diriku dengan sahabat-sahabat yang luar biasa. Aku rindu kalian..... aku sungguh rindu semangat itu, aku rindu kekritisan itu, kecepatan berpikir, kekompakan, ketenangan, keyakinan, dan pasti semangat beribadah. Sungguh pengalaman yang tak tergantikan.
Semester selanjutnya, cinta itu menghilang sesuai keinginanku dan dengan sadar aku telah menyakiti hatinya, for the 2nd time. Prestasiku juga menurun, tapi aku tak yakin apa penyebab pastinya. Yang jelas, mata kuliah ku sendiri memang tergolong berat. Semester ini juga pertama kalinya praktik klinik. Hebat, bisa melayani orang di rumah sakit. Tapi aku belum puas. Hanya sedikit sekali perasat yang diijinikan untuk kulakukan. Bahkan setelah aku dengan suka rela, cari tambahan sendiri di bangsal “Y”, yang notabene dihuni pasien kelas III. But, alhamdulillah diberi kelancaran saat bimbingan laporan.
Then, the next semester is my leadership. Yap. Aku jadi komting. Entah kenapa....humpfh.... aku udah coba sebisaku tapi yang aku tau, seorang yang kuanggap selama ini adalah sahabat, entah ada di mana waktu itu. Atau aku yang menjauh? Di akhir kepemimpinan, aku mulai cuek. Aku mendapati kejenuhan di berbagai situasi dalam kelasku sendiri. Aku kehilangan semangat. Ditambah lagi setelah mengetahui praktik klinik 2, meski lokasinya adalah lokasi favoritku. Aku mungkin sempat di cap pemalas. Ya, karena aku hilang semangat. Di sini, aku temukan cinta baru. Cinta yang aneh.
Setelah praktik klinik, alhamdulillah laporan lancar, prestasi juga membaik. Dan semester ini, kudapati diriku semakin cuek dengan kelasku. Aku sempat membuat rencana-rencana kecil ke depan tapi sampai detik ini, belum ada 25% yang sudah terwujud. Diri ini terjebak di episode cinta. Aku terlena oleh someone.
Perkenalan kami di akhir semester I, via radio. Unik memang. Tanpa kusadari membuatku buta. Walaupun aku yakin, cinta ini tak biasa. Someone ini hadir di waktu yang sungguh tepat, ketika aku kehilangan dan butuh semangat. Tapi efek jangka panjangnya, aku tak menyangka hingga seperti ini. Mungkin waktu yang dapat menjawab. Aku sudah putuskan, about this relationship, aku akan jalani hingga penghabisan.
Dan di sini, diri ini sedang mencari-cari semangat. Aku kehabisan cara memanggilnya. Bukan lagi tentang akademik atau praktik. Aku sudah tak takut tentang itu, meski aku tau perjalananku akan semakin sulit atau menantang lebih tepatnya. Yang lebih kutakutkan, aku semakin malas berkomunikasi, cuek! Aku takut, sungguh takut hal ini akan menghambat masa depan ku. Aku ingin berkembang sendiri, tapi sampai detik ini mengapa belum aku lakukan? Apa yang ku tunggu hingga menundanya sejauh ini?
Akhir-akhir ini, kusadari, semangat terbesarku untuk disiplin adalah ibu. Dan lagi-lagi aku belum temukan semangat untuk membangunkan raksasa yang ada di diriku tentang sosial ini. Harus bagaimana aku?

Kamis, 10 Februari 2011

SPIRIT FROM MY BESTIES



Satu demi satu karakter yang kukenal dan yang ingin kuadopsi akan menjadi diri ini dengan bantuan dari kalian, Teman-teman :))
Tiap kali melihat foto dengan kalian, aku kembali pada kesepakatan kita dulu

I'd never forget the time when we're together...

Thanks so telah membantu membangun diri ini jadi pribadi lebih baik
Semoga, kita untuk selamanya :)) amin

Jumat, 04 Februari 2011

O R G A N I S A S I

Berasal dari kata organ yang kurang lebih artinya adalah alat. Ditambah dengan akhiran -sasi yang menunjukkan penekanan pada sebuah arti yaitu proses. Baru mulai dengan definisi, tapi kenapa sudah bosan ya?

Hmmm, mungkin nanti saja kita bicarakan lagi definisinya di akhir :)

Masing-masing individu itu mempunyai jalan pikiran yang berbeda, tak dapat disamakan. Karena itulah mereka memiliki ciri khas sebagai seorang pribadi. Yang dapat disamakan adalah tujuan. Meskipun banyak jenis dari tujuan ini tapi pasti bisa disatukan karena tujuan adalah pilihan. Itulah mengapa setiap musyawarah dapat selalu diakhiri dengan kata sepakat walaupun jalan akhirnya buntu. Karena masih ada voting sebagai jalan terakhir. Melalui voting ini tiap anggota hanya akan memilih dan suara terbanyak lah yang menjadi keputusannya. Namun bila kita teliti, sebuah pilihan itu pasti ada konsekuensi. Dan yang sering terjadi adalah kita memilih namun seringkali tak dapat / mau menjalankan konsekuensi dari pilihan yang kita ambil.

Berbicara tentang tujuan, pasti membutuhkan cara dan jalan untuk meraihnya. Di sini lah dimana suatu organisasi memulai menyusun rencana untuk mencapai tujuan-tujuannya. Dari mana rencana-rencana itu berasal? Tentunya dari masing-masing anggota. Nah, di sini jalan pikiran yang berbeda tadi diusahakan untuk bersatu. Bukan dipaksa untuk sama tapi dirundingkan yang terbaik. Dari perundingan ini dapat dengan menyatukan beberapa ide, atau bisa juga hanya memakai satu ide. Namun harus selalu diingat karena ini adalah dalam rangka mencapai tujuan, maka pilihan ide tersebut harus dijalankan bersama dengan konsekuensinya. Kenapa demikian? Karena seringkali konsekuensi di sini adalah konsekuensi bagi para pribadi anggotanya. Bagaimana para anggota menunjukkan bahwa aku adalah seorang, bersama teman-temanku yang menginginkan tujuan kami tercapai. Bagaimana para anggota menjaga nama mereka masing-masing dengan beban yang berbeda yaitu konsekuensi dari ide yang diambil tadi.

Di sini tergambar sedikit karakter pemimpin yang baik yaitu selalu mengingatkan anggota akan tujuan bersama :)

Dalam rundingan ini lah seringkali terjadi konflik. Banyak sekali faktor penyebabnya seperti sikap egois (biasanya karena tak mau rugi), kurang pengalaman, situasi yang kurang mendukung, dan masih banyak lagi. Di sini dibutuhkan keahlian komunikasi, memutar otak supaya masing-masing anggota tidak merasa rugi dan tujuan juga tetap tercapai. Nah, baru-baru ini masalah lain muncul. Apakah itu? Nanti saja bila sudah saatnya kita bicarakan :)

Bila semua yang terpapar di atas dapat dilakukan semaksimal mungkin, maka kemungkinan besar tujuan organisasi ini dapat tercapai. Meski mungkin hanya segelintir orang saja yang dapat diandalkan. Namun masih lebih baik dibanding hanya seorang. Bayangkan, seorang harus menjalankan manajemen organisasi ini sendiri?

Dalam mata kuliah manajemen disebutkan bahwa inti dari manajemen adalah pengelolaan sumber daya. Baik sumber daya manusia maupun sumber daya baku yang lain. Manajemen yang bagus pasti selalu ada perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta dokumentasi. Dari itu semua diharapkan dapat meningkatkan kualitas individu khususnya dan organisasi umumnya. Manajemen bersifat lebih fleksibel dibandingkan dokumentasi.

Manajemen di sini menyangkut seluk beluk organisasi itu sendiri. Mengurus dari a sampai z tentang keperluan dan kewajiban harian / rutin untuk anggota serta keperluan dan kewajiban khusus. Dalam setiap penyusunannya harus dibicarakan matang-matang dengan anggota. Itu baru namanya organisasi.

Masalah yang terakhir tadi, penulis sendiri juga belum mendapatkan jalan keluarnya. Masalah ini menyangkut dengan perkembangan zaman dan teknologi yang membuat manusia semakin egois karena merasa kebutuhannya sudah sangat terpenuhi tanpa bantuan orang lain sehingga turunnya minat terhadap organisasi. Bukankah dengan organisasi kita tidak hanya dapat pengalaman? Bukankah organisasi menambah saudara kita? Bukankah organisasi mengasah kemampuan komunikasi kita??

Dan pertanyaan terakhir, sudah adakah yang sudah punya solusi dari masalah terakhir ini??

Senin, 31 Januari 2011

Tentang PEREMPUAN

Kami ada karena kehendakNya.

Ketika aku kecil, aku belum begitu paham perbedaan lelaki dan perempuan. Aku hanya tau sebatas perbedaan fisik, sifat, dan kewajiban yang harus dijalankan. Seiring jalannya waktu -- lagi-lagi waktu, besar sekali perannya -- seiring kupahami sedikit demi sedikit seluk beluk kehidupan, kupahami pula arti penting hadirnya perempuan.

Allah SWT menciptakan perempuan dengan indah di tiap sisinya. Diciptakan dari tulang rusuk lelaki yang kelak akan dikuatkannya menjalankan tugas seorang suami. Perempuan diciptakan dengan halus dan teliti, sebagaimana perangainya kemudian di dunia. Perempuan diberikan tugas penting yaitu melayani suami, mengasuh anak serta mengurusi rumah tangga. Tanpa disadari tugas-tugas ini menjadikan perempuan sebagai ujung tombak perkembangan zaman.

Di masa kenabian, perempuan sering ditindas, direndahkan martabatnya, bahkan disamakan dengan harta benda kekayaan lainnya yang dengan mudah dibeli atau ditukar. Tidak hanya di Arab namun kebudayaan lama Jawa juga demikian, yang menyebut perempuan hanya "konco wingking". Namun di lain pihak tetap ada perempuan-perempuan yang peduli terhadap kaumnya serta memperjuangkan posisi perempuan bahwa perempuan dan lelaki mempunyai kedudukan yang sama. Ada banyak perempuan yang menyebabkan turunnya ayat-ayat dalam al qur'an. Di Indonesia terdapat pula pahlwan-pahlawan perempuan yang menjadi pelopor terbukanya kesempatan belajar bagi perempuan.

Perempuan begitu indahnya hingga seringkali dijadikan jalan bagi syetan untuk mencari kemaksyiatan. Berbagai cara dilakukan supaya tujuan utamanya diraih, yakni mengganggu keturunan Adam. Seperti perkembangan zaman yang kita alami. Dulu, perempuan hanya bisa diatur, sangat sedikit haknya, bahkan hak unruk diri sendiri, dijodohkan, dianggap sebagai harta, budak, dan lain-lain. Sekarang, ketika zaman sudah modern, segala teknologi serba canggih, dimana perempuan juga sudah setara dengan lelaki, maka kesetaraan ini sering disalahartikan serta disalahgunakan. Hasilnya, lihatlah! Sex bebas semakin merajalela, pornografi tak tercegah lagi, perceraian, nikah siri, dan poligami. Semua itu membuat dunia ini semakin penuh saja dengan masalah duniawi. Padahal, masalah ini tak hanya akan jadi sebuah masalah saja yang ketika ditemukan solusinya maka semua selesai. Salah besar!

Tengoklah lebih dalam di setiap masalah di atas. Ada 2 poin yang terpenting. Poin pertama pada dasarnya inti permasalahan adalah adanya perempuan yang menyalah gunakan kebebasannya dan yang kedua yaitu efek dari perempuan tersebut yang diberikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap generasi penerus. Bukan berarti menyalahkan perempuan saja. Di sini sangat banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti: pendidikan, tingkat ekonomi, kebudayaan, gender, dan lain-lain. Namun, ada baiknya bila segala sesuatu itu dimulai dari koreksi diri. Bukankah perubahan dunia juga berawal dari perubahan individu?

Setiap perempuan hendaknya mampu menempatkan dirinya di posisi yang tepat. Hal ini akan terwujud bila pengetahuannya tercukupi akan segala bidang kehidupan sehingga dia mampu melihat secara obyektif, bukan subyektif seperti yang dikatakan perasaannya. Kesalahan-kesalahan yang terjadi akibat kesetaraan gender seringkali membuat perempuan lupa diri, bagai kacang lupa pada kulitnya. Seperti pada masalah sex bebas. Perempuan yang melakukan sex bebas adalah perempuan yang lepas dari batasan bahwa konsekuensi  melakukan sex adalah kehamilan. Disamping sex bebas dapat dicegah namun resiko yang lain tetap dihadapi oleh seorang perempuan. Bukankah sex adalah ritual yang sakral dalam rangka membuat keturunan? Bukankah sex adalah sebuah proses panjang yang tidak hanya berakhir dalam semalam? Pertanyaan-pertanyaan ini akan tetap menjadi pertanyaan retoris bagi pelaku sex bebas meskipun posisinya telah sama bebas dengan lelaki.

Yang kedua, yaitu efek terhadap generasi penerus. Tugas mengasuh anak adalah tugas perempuan meski bukan sepenuhnya begitu. Pada kenyataannya, perempuanlah yang mengandung anaknya selama 9 bulan. Perempuanlah yang menyusui anaknya dengan darah dari tubuhnya. Maka secara otomatis akan terbentuk kontak batin melalui kasih sayang diantaranya. Masalah utama yang paling jelas di sini yaitu perceraian. Perempuan zaman modern ini sungguh sangat egois hingga darah dagingnya sendiri ia korbankan demi mendapat kebebasannya kembali. Bahkan jalan yang ditempuh adalah jalan yang paling dibenci oleh Allah SWT sekalipun. Tidakkah mereka berpikir tentang sel calon pembentuk anaknya? Tidakkah mereka berpikir tentang perkembangannya kelak bila orang tuanya berpisah? Anak tak kan mampu bila disuruh memilih ibu atau bapak karena orang tuanya tersebut merupakan belahan jiwa antara satu dan yang lain. Anak sendiri juga tak kan hadir bila tak ada persatuan dari mereka.

Jangan salahkan anak bila dia terjerumus di jalan yang salah. Jangan salahkan anak bila bangsa ini kemudian terjebak dalam kepurukan yang sama. Lalu salahkan siapa???

Selasa, 25 Januari 2011

K A M U

Sahabat.....
Seperti orang yang berpapasan dengan kita di jalan, semua tak ada yang kebetulan. Semua ini pasti sudah diperhitungkan dengan teliti oleh Yang Maha Halus.

Sahabat.......
KAMU........kenapa begitu istimewa?
Salahkah aku bila terjebak keadaan seperti ini?

Lagi-lagi KAMU.
KAMU begitu banyak menguatkanku, tanpa ku tau apa motivasimu melakukan itu. Tapi tanpa ku tau pun, aku begitu senang mendapatkannya. Aku bahagia masih ada yang peduli denganku, di saat aku merasa terpuruk disini, di lingkunganku sendiri.

KAMU.
Indah sekali bisa membuatmu bahagia, meski ku tau itu semua tak seberapa berarti untuk mu. Meski begitu, aku tetap bahagia mengetahui KAMU juga bahagia, walau bukan karena aku. Bukan apa-apa, aku hanya ingin membalas semua yang telah KAMU lakukan. Hanya saja aku terlalu pusing untuk memikirkan apa dan bagaimana yang mungkin sering membuatku kikuk di hadapanmu.

KAMU.
Ingin sekali aku memberitakan ke seluruh dunia bahwa aku punya seseorang sespesial KAMU yang selalu ada untukku. Seperti pasangan kekasih yang sedang jatuh cinta namun, cinta ku ini cinta pada KAMU, Sahabat. Mungkin KAMU menganggap ini berlebihan, mungkin juga KAMU akan terganggu bila ku lakukan itu semua. Jadi kuputuskan untuk menyimpan letupan-letupan bahagia ini, sendiri. Kelak kan ku jadikan kisah kita sebagai cerita nina bobo untuk anak-anakku supaya mereka bisa menghargai orang lain seperti yang telah KAMU tunjukkan padaku. Bukan bermaksud melebihkan tapi dari mu aku tau lebih, tentunya dengan seijin ALLAH SWT.

KAMU.
Terasa sedih meninggalkan Kota mu. 2-3 jam waktu itu terlalu cepat untuk mengungkap percakapan kita. Masih banyak cerita yang ingin ku bagi dengan mu, mungkin begitu juga dengan mu. Dan mengingat kesempatan langka itu, -- yang dulu pernah kurencanakan, tapi lewat rencana ALLAH SWT lebih indah, aku sangat setuju dengan itu, -- yang tersisa hanya harapan agar KAMU baik-baik saja. Sedikit mimpi, semoga persahabatan ini tak cepat lekang oleh waktu, semoga KAMU selalu ada dalam lindunganNya, amin.

KAMU.
Tak banyak yang bisa ku katakan untuk menggambarkan arti sosok serta hadirmu bagiku, ini baru hanya untuk ku. Bahkan KAMU punya banyak sahabat yang selalu membawamu menjadi lebih baik, aku percaya itu. Seperti pikiran-pikiran sederhana yang selalu KAMU ungkapkan, semoga amal kita mendapat balasan ridho dari Yang Maha Kuasa. Amin. Berdo'a untuk mu pun, ingin semua kusebutkan, berpanjang-panjang doa.